Review Darksiders Genesis Style Terkini Seri Darksiders: Top Down Action

Game Review / 30 April, 2020

Review Darksiders Genesis Style Terkini Seri Darksiders: Top Down Action

Review Darksiders Genesis Style Terkini Seri Darksiders: Top Down Action – Permainan terkini dari seri Darksiders berganti keseluruhan dari 3 permainan pendahulunya. Apakah pantas dimainkan?

Sebagian durasi dahulu, aku menciptakan permainan yang satu ini serta menyelesaikannya single player campaign- nya dalam durasi 46 jam. Serupa semacam review Borderlands 3 yang aku tuliskan tadinya, aku pula memainkan seluruh seri Darksiders; mulai dari Darksiders, Darksiders 2, Darksiders 3, serta Darksiders Genesis.

Bikin Kamu yang pula memainkan ketiga seri tadinya, Kamu bisa jadi kaget pula dikala memandang film gameplay ataupun trailer- nya yang berganti ujung kameranya jadi top- down. Kemudian pertanyaannya, apakah permainan ini pantas dibeli? Inilah review Darksiders Genesis yang hendak aku untuk jadi sebagian pandangan.

Oh iya, saat sebelum masuk ke reviewnya, aku memainkan permainan ini di Komputer dengan detail bagaikan selanjutnya:

CPU: AMD Ryzen 5 3600

Motherboard: Gigabyte AB- 350 Gaming 3

Kartu Grafis: Alit GeForce RTX 2070 Luar biasa JS

Memory: Gram Keterampilan 16GB 3200MHz( [email protected]).

Storage: ADATA SX8200 PCIe SSD 1TB

Graphics: 76 atau 100

Mengenang ujung pandangnya yang berganti jadi top- down, Darksidersm Genesis memanglah jadinya jauh lebih simpel dibanding Darksiders 3 yang diluncurkan tahun 2018 atau Darksiders 2. Tetapi begitu, perinci grafisnya sedang lumayan dicermati dengan bagus.

Jujur saja, untuk aku individu, aku lebih senang permainan dengan ujung penglihatan top- down semacam ini tetapi dengan perinci yang bagus dibanding permainan third- person( dari balik) atau first- person tetapi dengan mutu yang ala kadarnya— game- game free- to- play ataupun permainan mobile misalnya… uhuk…

Tidak hanya itu, dengan grafis yang simpel, permainan ini juga jadi enteng dijalani. Dengan spek yang aku maanfaatkan mulanya, permainan ini dapat berjalan lembut di 165fps( di alat pemantau 165Hz) tanpa kendala serupa sekali. Aku duga perihal ini pula berarti dituturkan mengenang aku pula sering menciptakan game- game yang grafisnya simpel tetapi tidak sanggup berjalan lembut framerate- nya.

Di PS4, seharusnya permainan ini pula dapat berjalan lembut— mengenang mayoritas permainan rilisan modern kemarin memanglah telah dioptimalisasi buat console. Red Dead Redemption 2, misalnya, merupakan salah satu permainan yang lumayan berat di Komputer tetapi lumayan lembut dikala dijalani di PS4.

Story: 61 atau 100

Bila mau ditilik ke balik, seri Darksiders memanglah bukan permainan yang memajukan pandangan ceritanya. Walaupun sedemikian itu, narasi di tiap Darksiders memanglah bukan yang sesederhana andalan melawan penjahat serta jagoannya berhasil, tercantum di Darksiders Genesis ini.

Terdapat sedikit alur twist serta kerja sama politis di tiap permainan Darksiders. Lore seri Darksiders sendiri memanglah berkisar pertanyaan pertempuran antara Heaven serta Hell dengan The Council yang berfungsi bagaikan pengawal penyeimbang. The Council juga memiliki 4 pengawal perdamaian yang diucap horse- riders yang ditugaskan buat menuntaskan bentrokan antara pihak- pihak mulanya. Keempat horse- riders mulanya merupakan War( yang dimainkan di Darksiders awal serta Genesis), Death( dimainkan di Darksiders 2), Fury( Darksiders 3), serta Strife( yang dapat dimainkan di Genesis).